Google BlogLarantuka NewsBar

PERINGATAN 500 TAHUN TUAN MA

Oleh: G. P. Sindhunata, S.J.

Di sebuah senja yang indah
Ketika buih-buih ombak berkejaran
Melompat-lompat seperti mutiara
Seorang bidadari yang cantik jelita
terdampar di pantai Larantuka
Lama ia terhanyut gelombang laut
Bagai bintang samodra cahaya matanya
Ketika ia ditemukan di
bibir pantai Larantuka.

"Siapakah engkau hai bidadari jelita,
dari mana datangmu, dan kenapa engkau
sampai terdampar di Larantuka?"
Bidadari itu diam seribu bahasa,
seakan ia hendak berkata
Namanya melebihi segala nama
Hanya dalam rangkaian bunga,
Namanya dapat dirasa,
Ia seakan tak tahu, dari mana asalnya,
Ia hanya tahu, ia harus pergi ke Larantuka.


Maka dalam diam dituliskanlah namanya:
Reinha Rosari Maria.
Percik-percik gelombang samodra pun memekik
Berubah menjadi lagu yang memecah kesunyian
Pantai Larantuka di senja yang indah:
Reinha Rosari Maria, Regna Rosari Maria,
Dan bidadari yang cantik jelita itu menghilang
Mengubah wujudnya menjadi patung Tuan Ma.
(GP Sindhunata, SJ, Oktober 2010)






Sesungguhnya Maria telah menampakkan diri pada pemuda Resiona di pantai Larantuka?  Sungguhkah Maria mengubah dirinya menjadi patung Tuan Ma, yang kemudian disemayamkan di Kapela Tuan Ma, yang berdekatan dengan Kapela Tuan Ana di pinggir pantai Larantuka?



Buat saya, tidaklah penting menanyakan benar tidaknya mitos Tuan Ma itu.  Yang penting bahwa mitos ini sesungguhnya adalah warta yang hendak menjelaskan, bahwa bukan orang lain, tapi Maria sendirilah pribadi yang pertama kali membukakan pintu iman di bumi Larantuka dan tentu saja juga di bumi Nusantara ini.



Maka peringatan 500 Tahun Tuhan Ma bukanlah pertama-tama peringatan historis, tapi lebih-lebih peringatan iman:  Kita ingin mensyukuri, betapa Maria telah memperkenalkan kita pada Yesus dan ajaranya, dan betapa Maria selama 500 tahun telah menemani kita untuk mempertahankan iman kita pada Yesus Puteranya.



Di pantai Larantuka, Tuan Ma menyatakan dirinya pada pemuda Resiona sebagai Reinha Rsoari Maria.  Ia menyatakan diri sebagai Ratu Rosari Suci.  Artinya di pantai ini 500 tahun lalu, Maria telah memberikan pada kita lewat hidup doa, yakni doa rosario yang telah diberikan kepada kita.  Rosario memang pusaka yang amat ampuh bagi iman kita.



Kata almarhum Paus Yohanes Paulus II: "Doa rosario adalah doa yang luar biasa, luar biasa dalam kesederhanaan dan kedalamannya".  Paus sendiri selalu mendoakan doa rosario dan suka memberikan hadiah rosario pada tamu-tamunya.



Dengan menggenggam rosario, apalagi dengan mendoakannya, kita telah menghidupi dan menghayati seluruh ajaran Gereja Katolik.  Karena itu berbahagialah umat di bumi Larantuka ini, karena Tuan Ma tidak memberikan apa-apa kepada kita, kecuali rosarionya dan tidak menyatakan apa-apa kecuali dirinya adalah Reinha Rosari, Ratu Rosari Suci.  Dengan demikian Tuan Ma telah mewariskan kepada kita pusaka iman yang paling sakti dan ampuh, doa rosario suci.

Berita Katolik:

BUNDA REINHA - Film Dokumenter Metro TV

Kurs Rupiah:

BlogLarantuka Paypal:

 
!-- START OF ADDME LINK --> Search Engine Submission - AddMe