Google BlogLarantuka NewsBar

Tampilkan postingan dengan label Potensi Sumber Daya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Potensi Sumber Daya. Tampilkan semua postingan

Ikan Tuna Flores Timur Tembus Pasar Amerika

Ekspor ikan tuna dari Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) selama beberapa bulan terakhir ini mampu menembus pasar Amerika Serikat. Ekspor ikan jenis tuna ini juga sudah dalam bentuk ikan beku yang sudah melalui proses pengemasan sesuai standar yang diinginkan, kata Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin, di Larantuka, terkait pengelolaan potensi perikanan di daerah itu.

“Kami memiliki potensi perikanan yang belum digarap secara optimal, tetapi sejak ada investor yang menanamkan modalnya di bidang kelautan dan perikanan di Flores Timur, dalam beberapa bulan terakhir, ikan tuna sudah bisa di pasarkan ke Amerika Serikat,” katanya. Hanya saja, belum ada data lengkap mengenai berapa ton dan nilai ekspor selama beberapa bulan terakhir ini karena dinas teknis masih melakukan penghitungan,” katanya.

Menurut dia, perusahaan yang melakukan pengelolaan hasil ikan di Flores Timur dan melakukan pengiriman langsung ke Amerika Serikat adalah PT. Primo Indo Ikan, sebuah perusahan gabungan antara Penanaman Modal Asing dan Dalam Negeri yang melakukan investasi di daerah itu pada tahun 2011 lalu.

Selain itu ada juga sebuah perusahaan murni PMA yakni PT. Okhisin Flores Larantuka yang juga bergerak di bidang pengelolaan ikan asap. Produksi ikan asap dari perusahaan ini di kirim ke Jepang. Artinya, sudah ada dua perusahaan yang melakukan investasi khusus di bidang kelautan dan perikanan, dengan memanfaatkan potensi perikanan yang ada di wilayah itu.

Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Flores Timur menunjukkan, pada tahun 2011, produksi ikan beku jenis tuna tahun 2011 mencapai 1.425 ton, ikan tongkol 1.695 ton dan ikan tembang 3.211 ton. Bupati Lagadoni Herin menambahkan bahwa, kehadiran dua investor di wilayah paling timur Pulau Flores itu tentu berdampak pada masyarakat nelayan daerah itu.

“Ada dampak positif karena para nelayan kita bisa menjadi mitra dari perusahan-perusahan ini untuk memasok ikan hasil tangkapan mereka,” katanya. Mengenai kontribusi untuk daerah dia mengatakan, masalah kontribusi biasanya sudah tertera dalam izin saat dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
Hanya saja, pemerintah sudah beberapa kali melakukan pertemuan bersama pihak perusahan untuk membahas masalah ini agar ada kontribusi lebih untuk daerah. Pihak perusahan yang melakukan investasi di daerah itu tidak keberatan, tetapi semuanya masih akan diatur dalam sebuah peraturan atau kesepakatan bersama, katanya.

Disadur dari:

PROSPEK PERIKANAN LAUT LARANTUKA

PRODUKSI PERIKANAN

Potensi laut di Larantuka sebagian besar berasal dari Laut Flores, dan Laut Sawu, dimana jenis-jenis ikan ekonomis penting terdapat di perairan tersebut. Seperti ikan pelagis besar, pelagis kecil, demersal, dan cumi-cumi. Komoditi andalan perikanan laut Larantuka adalah Tuna, Cakalang, Cumi dan Mutiara.

Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan Larantuka (2010), produksi perikanan laut Larantuka pada tahun 2008 mencapai 1.434.627 Kg dan mengalami penurunan sebesar 1,1 ton menjadi 359.153 Kg. Hal ini terjadi karena pada tahun 2009 banyak data yang tidak masuk dalam pendataan Dinas Kelautan dan Perikanan Larantuka.

Membangun Flores Timur Dengan Potensi Kelautan

Oleh : Huzaifah Hamid
Mahasiswa Universitas Muhamadiyah Malang Jurusan Pendidikan Biologi
01 Desember 2008

 
Flores Timur merupakan wilayah kepulauan dengan luas 3079,23 km2, berbatasan dengan kabupaten Alor di timur, kabupaten Sikka di barat utara dengan laut Flores dan selatan, laut Sawu. Data di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Flores Timur pada tahun 2007, menyebutkan bahwa komoditi perikanan yang dieksportir keluar daerah sangat besar jumlahnya, seperti; ikan segar basah 5.579.934 kg, ikan olahan 236.834 kg, ikan hidup (ikan hias) 1.670 ekor, anakan kerang mutiara 46.620 anakan dan mutiara biji 31.859 kg. Data dan fakta yang berhubungan untuk pembahasan tema ini berasal dan tahapan-tahapan pengumpulan data dengan pembacaan secara kritis terhadap ragam literatur (Library research) yang berhubungan dengan tema pembahasan. Teknik analisa data yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif. Menurut Arikunto (1998:25), analisa deskriptif kualitatif adalah analisa yang digambarkan dengan kata-kata atau kalimat, dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. Kesimpulan dari penulisan ini adalah daerah Flores Timur mempunyai potensi besar di bidang kelautan terutama di bidang perikanan.

Berita Katolik:

BUNDA REINHA - Film Dokumenter Metro TV

Kurs Rupiah:

BlogLarantuka Paypal:

 
!-- START OF ADDME LINK --> Search Engine Submission - AddMe